Miris! Berani Melanggar Hukum karena Punya Backing Jenderal

Sepertinya sudah untuk kesekian kalinya beberapa kasus yang mereka berani melanggar bahkan berani melawan petugas dengan alasan mereka itu punya backing orang besar.

Seperti pemberitaan baru-baru ini yang sedang ramai di media sosial terkait ulah pelajar di Medan yang ngaku anak jenderal Irjen Pol Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) kemudian berani memarahi polisi yang menegurnya.

Dari peristiwa seperti ini saya berfikir bahwa ternyata mungkin sudah jadi tabiat banyak orang di negeri ini yang seringkali ketika memiliki kenalan [backing] orang penting dan berpengaruh kemudian mereka berani melanggar hukum.

Jadi kita sudah terlalu sering dengar atau lihat berita atau mungkin punya pengalaman sendiri jika bertemu dengan orang seperti itu cenderung berani melanggar hukum?
Misalnya kita jadi sering mendengar pernyataan begini,

“Tenang saja, bapak saya Polisi, jadi kalaupun tidak pakai hel tidak apa-apa…”
“Tenang saja, saya punya kenalan Jenderal jadi tidak ada yang berani macam-macam sama saya….”
“Tenang saja, saya punya kenalan orang dalam pasti proses urusan birokrasi cepat dan beres…”
 
Dan mungkin masih banyak lagi contoh lain yang pada intinya menunjukan betapa seseorang jika memiliki backing orang penting dan orang besar seolah-olah menjadikan orang tersebut berani melawan hukum?
Apa yang terjadi dengan pelajar di Makassar tersebut diatas tentunya jadi pelajaran buat kita di tingkat pelajar saja ternyata saat mereka melanggar aturan sudah berani membawa nama-nama seorang Jenderal, ini menurut saya sudah kelewatan banget.

Dan ternyata dari video yang saya lihat melalui media sosial terlihat jelas jika pada akhirnya si pelajar tersebut tidak ditilang dan justru dibiarkan [disuruh] pergi oleh petugas.

Saya juga jadi berfikir apa jangan-jangan petugas tersebut percaya dengan pengakuan pelajar tersebut sehingga tidak berani menilang?

Padahal dalam pemberitaan selanjutnya yang sudah dipublikasikan oleh detik.com, disebutkan jika pelajar tersebut dipastikan bukan anak Jenderal yang disebut karena ternyata anak Jenderal yang disebut laki-laki semua.

Dari kasus ini juga seharusnya kita banyak belajar bahwa, kalaupun kita punya kenalan [backing] orang besar dan orang berpengaruh sekalipun, jangan pernah jadikan itu untuk berani melanggar hukum.
Bukankah seharusnya jika memang kita punya kenalan [backing] orang besar dan berpengaruh, harusnya perilaku kita yang baik-baik dong?

Atau hal ini karena image di Indonesia kalau punya nama besar dan kedudukan tinggi dan berpengaruh memang cenderung berperilaku semaunya?
Semoga saja itu tidaklah benar :-)



sumber  http://aribicara.blogdetik.com/2016/04/07/miris-berani-melanggar-hukum-karena-punya-backing-jenderal
Terima kasih telah membaca artikel tentang Miris! Berani Melanggar Hukum karena Punya Backing Jenderal di blog lolookey jika anda ingin menyebar-luaskan artikel ini dimohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silahkan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :