Jangan Buat Kami Terbiasa Dengan Kekalahan


Sedih, kesal, kecewa,marah semua bercampur aduk, ekspektasi kami sebagai bobotoh sudah terlanjur tinggi. Euphoria di media social begitu ramai mulai dari modal final, finalkeun, GBK jilid II mulai bermunculan dan ramai di perbincangkan. Akun-akun yang membahas statistic Persib pun mulai mencuitkan twit-twit yang membawa euphoria final begitu terasa.

 Sejarah pertandingan di gbk kala persib mengenakan jersey away berwarna putih yang mengandaskan arema juga memicu bobotoh dan saya pada khususnya terlalu percaya diri akan kembali mengulang kenangan masin menjadi juara di Jakarta beberapa waktu silam.

Saya sebenarnya bukanlah asli keturunan Bandung. Meski saya lahir di Bandung ayah saya berasal dari Medan, ya tempat dimana musuh bebuyutan Persib yang sedang mati suri berasal, PSMS. Tapi entah bagaimana ceritanya saya begitu mencintai persib, bahkan melebihi klub sepakbola manapun, entah Manchester United, Barcelona, atau Real Madrid sekalipun. Saya memiliki prinsip Klub lokal adalah harga diri yang harus di pertahankan dengan segenap hati, sedangkan Klub Interlokal hanyalah sebuah hiburan belaka, tak perlu lah di bela mati-matian. Jikalau boleh mengutip lyric lagu dari penyanyi flamboyant asal Irlandia Morrisey, saya adalah “Batak Blood Sunda Heart”.

Melihat permainan persib kemarin di final Piala Bhayangkara sangatlah mengecewakan, hamper semua pemain berada di bawah performa nya. Mas Har yang biasa bermain “galak” kemarin seperti kehilangan maung dalam dirinya, Kim yang seperti biasanya hilang entah kemana selama 90 menit,

Cak Samsul yang mati kutu menghadapi Alfarizi hingga kaka Basna yang terpancing oleh pemain chili bernama Vizcara hingga harus di usir dari lapangan. Sebenarnya 15 menit pertama saya memiliki harapan yang besar, pemain Arema melakukan beberapa kesalahan, hingga akhirnya Belencoso memiliki peluang yang sangat terbuka di depan gawang , sayang beribu sayang dia gagal mengkonversi peluang tersebut menjadi sebuah gol.membuang peluang emas di laga penting seperti itu menurut saya merupakan sebuah kesalahan yang fatal, mental pemain bisa menjadi sangat jatuh, dan benar saja Persib kehilangan momentum dan Arema berhasil mengubah situasi. Dan akhirnya apa boleh di kata, kita kalah 2-0 di laga tersebut dan gagal kembali menjadi juara di Jakarta.

Kami kecewa, kami bobotoh sudah mulai terbiasa dengan kemenangan, Persib bukanlah sebuah tim medioker yang harus terus di maklumi layaknya Bali United yang memang baru seumur jagung. Persib adalah sebuah tim besar, tim kebangaan warga Jawa Barat yang memiliki sejarah sangat manis. Jangan sampai kami para bobotoh kembali terbiasa dengan kekalahan seperti beberapa waktu silam.kami tidak akan pernah berhenti mengkritik untuk terus membangun Persib kembali kekejayaan, itu tanda cinta kami pada Persib. Geura hudang, geura tarung, jung maju Persib Bandung !

Terima kasih telah membaca artikel tentang Jangan Buat Kami Terbiasa Dengan Kekalahan di blog lolookey jika anda ingin menyebar-luaskan artikel ini dimohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silahkan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :