Arema Cronus sukses meraih tiket lolos
ke babak final Piala Bhayangkara 2016 setelah berhasil menjinakkan
Sriwijaya FC dengan skor 1-0 pada babak semifinal yang digelar di
Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (31/3). Mereka pun
akan melawan Persib Bandung yang lebih dulu memastikan langkah ke
partai puncak setelah menang atas Bali United dengan skor yang sama.
Anak-anak asuh Milomir Seslija langsung tancap gas ketika peluit babak pertama mulai dibunyikan. Laga baru berjalan dua menit, striker gaek Cristian Gonzales langsung menebar ancaman lewat sundulan yang memanfaatkan umpan dari Dendi Santoso. Sayang, usahanya masih belum membuahkan hasil.
Tak mau didikte tuan rumah, Sriwijaya FC pun berusaha menekan. Sejumlah usaha lewat Hilthon Moreira dan Alberto Goncalvez juga belum menemui hasil. Kendati demikian, Singo Edan terus menekan di awal babak pertama ini. Peluang kembali hadir kala Gonzales melakukan sebuah tembakan keras yang sayangnya masih melebar dari gawang Dian Agus. Selepas peluang itu praktis Arema terus melakukan pressing terhadap Laskar Wong Kito.
Tekanan yang dilakukan anak-anak asuh Milomir Seslija tersebut membuat Achmad Jufriyanto cs panik, sehingga sejumlah pelanggaran dilakukan di depan kotak 12 pas. Momen itu tentu dimanfaatkan oleh para penggawa Arema Cronus untuk mencari gol lewat situasi set piece.
Peluang demi peluang hadir bagi Arema, salah satunya lewat sontekan Hendro Siswanto di menit 27. Namun tak membuahkan gol karena bola hanya membentur kaki salah satu pemain Sriwijaya FC.
Usai water break tak ada tekanan berarti dari masing-masing tim. Barulah memasuki menit ke-41 Singo Edan kembali mengancam, lagi-lagi lewat Gonzales. Namun, tak ada gol karena memang sundulan pemain naturalisasi tersebut sedikit melebar dari gawang Dian Agus.
Kebuntuan Arema pecah saat Alfarizie mencetak gol di menit ke-44. Memanfaatkan sepak pojok Ezteban Vozcara, pemain berusia 25 tahun tersebut sukses menemui bola dan membuat Arema unggul. Tak lama setelah gol itu, peluit akhir babak pertama pun ditiup oleh wasit Thariq Al Qatiri.
Paruh kedua pun dimulai dan Singo Edan tetap memainkan tempo tinggi demi menjaga atau justru menambah keunggulan. Pressing
yang terus dilakukan sejak babak pertama terus ditunjukkan oleh
Gonzales cs. Tak ayal jika para penggawa Sriwijaya panik dan banyak
melakukan pelanggaran.
Permainan anak-anak Benny Dollo seakan tertahan. Mereka tidak bisa mengembangkan permainan, duet Yu Hyunkoo dan Ichsan Kurniawan masih belum mampu menembus tembok Arema yang digawangi oleh Goran Gancev dan Hamka Hamzah. Di sisi lain, Arema yang terus menekan juga kesulitan menembus lini belakang Laskar Wong Kito. Gonzales yang berada sendirian di lini terdepan hampir tak bisa bergerak menemukan ruangnya, selain itu salah koordinasi yang dilakukan oleh Srdan Lopicic cs kerap membuat serangan yang sedang dibangun sia-sia.
Melihat permainan timnya yang tak kunjung berkembang, Milo akhirnya mengubah strategi. Ia pun memasukkan Sunarto dan Juan Revi di menit ke-77, sementara Vizcara dan Hendro ditarik keluar. Gonzales menjadi tak sendiri di lini depan karena ada kartu as Singo Edan selama ini, Sunarto.
Kehadiran pemain berjuluk The Joker ini membuat lini serang Arema seakan bernapas kembali. Beroperasi di sisi sayap kiri, ia sukses melakukan sejumlah gerakan yang merepotkan lini belakang Sriwijaya.
Sunarto lagi-lagi menunjukkan kualitasnya sebagai super-sub, akselerasi di menit ke-85 berhasil mengelabui Achmad Jufriyanto dan mengirimkan umpan kepada Alfarizie. Sontak bola langsung dilahap oleh sang pencetak gol pertama, gol sempat lahir berkat sontekan Ferry Arman Saragih memanfaatkan bola dari Alfarizie, sayang ia lebih dulu terjebak offside.
Meski sempat berusaha menyerang namun penggawa Sriwijaya tetap tak mampu berbuat apa-apa. Hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan, skor pun tetap 1-0 keunggulan bagi tuan rumah Arema Cronus.
Susunan Pemain:
Arema Cronus:
Kurnia Meiga; Ryuji Utomo, Goran Ganchev, Hamka Hamzah, Alfarizie; Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, Esteban Vizcara; Srdan Lopicic, Dendi Santoso; Cristian Gonzales
Sriwijaya FC:
Dian Agus Prasetyo; Supardi, Indra Cahya, Achmad Jufriyanto, Fachrudin; Ngurah Wahyu, Yu Hyunkoo, M. Ridwan, Ichsan Kurniawan; Alberto Goncalvez, Hilthon Moreira
Anak-anak asuh Milomir Seslija langsung tancap gas ketika peluit babak pertama mulai dibunyikan. Laga baru berjalan dua menit, striker gaek Cristian Gonzales langsung menebar ancaman lewat sundulan yang memanfaatkan umpan dari Dendi Santoso. Sayang, usahanya masih belum membuahkan hasil.
Tak mau didikte tuan rumah, Sriwijaya FC pun berusaha menekan. Sejumlah usaha lewat Hilthon Moreira dan Alberto Goncalvez juga belum menemui hasil. Kendati demikian, Singo Edan terus menekan di awal babak pertama ini. Peluang kembali hadir kala Gonzales melakukan sebuah tembakan keras yang sayangnya masih melebar dari gawang Dian Agus. Selepas peluang itu praktis Arema terus melakukan pressing terhadap Laskar Wong Kito.
Tekanan yang dilakukan anak-anak asuh Milomir Seslija tersebut membuat Achmad Jufriyanto cs panik, sehingga sejumlah pelanggaran dilakukan di depan kotak 12 pas. Momen itu tentu dimanfaatkan oleh para penggawa Arema Cronus untuk mencari gol lewat situasi set piece.
Peluang demi peluang hadir bagi Arema, salah satunya lewat sontekan Hendro Siswanto di menit 27. Namun tak membuahkan gol karena bola hanya membentur kaki salah satu pemain Sriwijaya FC.
Usai water break tak ada tekanan berarti dari masing-masing tim. Barulah memasuki menit ke-41 Singo Edan kembali mengancam, lagi-lagi lewat Gonzales. Namun, tak ada gol karena memang sundulan pemain naturalisasi tersebut sedikit melebar dari gawang Dian Agus.
Kebuntuan Arema pecah saat Alfarizie mencetak gol di menit ke-44. Memanfaatkan sepak pojok Ezteban Vozcara, pemain berusia 25 tahun tersebut sukses menemui bola dan membuat Arema unggul. Tak lama setelah gol itu, peluit akhir babak pertama pun ditiup oleh wasit Thariq Al Qatiri.
“
Kebuntuan Arema pecah saat Alfarizie mencetak gol di menit ke-44Permainan anak-anak Benny Dollo seakan tertahan. Mereka tidak bisa mengembangkan permainan, duet Yu Hyunkoo dan Ichsan Kurniawan masih belum mampu menembus tembok Arema yang digawangi oleh Goran Gancev dan Hamka Hamzah. Di sisi lain, Arema yang terus menekan juga kesulitan menembus lini belakang Laskar Wong Kito. Gonzales yang berada sendirian di lini terdepan hampir tak bisa bergerak menemukan ruangnya, selain itu salah koordinasi yang dilakukan oleh Srdan Lopicic cs kerap membuat serangan yang sedang dibangun sia-sia.
Melihat permainan timnya yang tak kunjung berkembang, Milo akhirnya mengubah strategi. Ia pun memasukkan Sunarto dan Juan Revi di menit ke-77, sementara Vizcara dan Hendro ditarik keluar. Gonzales menjadi tak sendiri di lini depan karena ada kartu as Singo Edan selama ini, Sunarto.
Kehadiran pemain berjuluk The Joker ini membuat lini serang Arema seakan bernapas kembali. Beroperasi di sisi sayap kiri, ia sukses melakukan sejumlah gerakan yang merepotkan lini belakang Sriwijaya.
Sunarto lagi-lagi menunjukkan kualitasnya sebagai super-sub, akselerasi di menit ke-85 berhasil mengelabui Achmad Jufriyanto dan mengirimkan umpan kepada Alfarizie. Sontak bola langsung dilahap oleh sang pencetak gol pertama, gol sempat lahir berkat sontekan Ferry Arman Saragih memanfaatkan bola dari Alfarizie, sayang ia lebih dulu terjebak offside.
Meski sempat berusaha menyerang namun penggawa Sriwijaya tetap tak mampu berbuat apa-apa. Hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan, skor pun tetap 1-0 keunggulan bagi tuan rumah Arema Cronus.
Susunan Pemain:
Arema Cronus:
Kurnia Meiga; Ryuji Utomo, Goran Ganchev, Hamka Hamzah, Alfarizie; Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, Esteban Vizcara; Srdan Lopicic, Dendi Santoso; Cristian Gonzales
Sriwijaya FC:
Dian Agus Prasetyo; Supardi, Indra Cahya, Achmad Jufriyanto, Fachrudin; Ngurah Wahyu, Yu Hyunkoo, M. Ridwan, Ichsan Kurniawan; Alberto Goncalvez, Hilthon Moreira
Terima kasih telah membaca artikel tentang Arema Tantang Persib di Final Piala Bhayangkara di blog lolookey jika anda ingin menyebar-luaskan artikel ini dimohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silahkan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.